Pukul 11.20 aku tiba di rumah anakku, Sagara. Di belakangnya, seorang gadis kecil cantik sudah menunggu, dia adalah Joecipa Manuel. Hari minggu ini aku memang berencana untuk mengajak nya pulang ke rumahku sekaligus mengajaknya bermain dan jalan-jalan.
"eh, ibun udah sampai aja, cipa udah nungguin ibun dari tadi" ucap Sagara sambil tersenyum. Aku membalas senyumannya, "ibun kelamaan ya? mana cipa, gema nya udah datang nih"
Tak lama, cipa muncul dari balik pintu, dia tersenyum sangat lebar "Halo, gema cipa di sinii" ucapnya, Cipa segera berlari dan memelukku erat. "Aduh, maafin gema ya telat jemput cipa. hari ini gema mau ajak cipa jalan-jalan cipa mau?" kataku, sambil mencubit pipi gemasnya.
Mata Cipa langsung berbinar, dia mengangguk menandakan dia mau ikut bersamaku. Sagara ikut tersenyum melihat putrinya sangat bersemangat "Cipa jangan nakal ya, harus nurut sama yang gema bilang. Ibun hati hati berkendara nya" ucap Sagara. Aku mengangguk, "Iya bang, nanti malem ibun pulangin lagi tenang aja. kamu bisa istirahat, biar cipa ibun yang urus, kiss bye dulu sama papa" ucapku.
"Muahh, Dadah papa! Cipa pergi dulu bye byee!" teriaknya. "Dadah, sayang. Hati hati di jalan sayang," jawab Sagara sambil tersenyum.