Dark Green Modern Scrap Woman Holiday Personal Photo Collage_20250914_212345_0000.png


Habis makan siang dan main princess di rumah, sore itu udara sudah adem. Aku ajak Cipa piknik kecil di taman. Tikar aku gelar, bekal aku keluarkan, dan Cipa langsung girang duduk di atasnya.

Sebentar saja ia mau duduk manis makan buah. Setelah itu, seperti biasa, dia nggak bisa diam. “Gemaa, aku lari dulu ya!” katanya sambil berlari kecil di rumput. Aku hanya bisa tersenyum melihat topi jeraminya yang hampir jatuh, tapi wajahnya tetap ceria.

Sesekali dia kembali ke tikar untuk minum, lalu berlari lagi. “Gemaa, liat aku! Aku terbang kayak kupu-kupu,” katanya sambil merentangkan tangan. Aku hanya mengingatkan, “Pelan-pelan, Sayang,” dan dia menjawab cepat, “Iyaa, Gemaa!” lalu pergi lagi. Dia juga sempat memetik bunga liar kecil di pinggir taman dan menaruhnya di atas piring. “Ini buat hiasan meja piknik kita, Gema,” katanya polos. Aku hanya bisa tersenyum, hati terasa hangat melihat tingkahnya.

Menjelang sore, napasnya mulai ngos-ngosan. Dia akhirnya rebahan di pangkuanku sambil memeluk bonekanya. “Gemaa, enak banget pikniknya. Besok kita piknik lagi ya?” katanya pelan. Aku elus rambutnya, menjawab, “Iya, Sayang, nanti kita piknik lagi.”

Dalam perjalanan pulang, tangannya menggenggam tanganku erat-erat. Sepanjang jalan dia ngoceh menceritakan kupu-kupu yang dia kejar, semut yang hampir makan stroberinya, dan bunga yang dia petik. Aku hanya mendengarkan dengan senyum, merasa hari itu sederhana, tapi indah sekali